Support my blog by clicking the Ads, TQ

TANGAN YANG MEMBERI LEBIH MULIA DARIPADA TANGAN YANG MENERIMA. SEKECIL MANA SUMBANGAN YANG DI HULURKAN, IA CUKUP BERMAKNA KEPADA SI PENERIMA YANG HIDUP SERBA KEKURANGAN, MALAH ‘BUAH TANGAN’ YANG TIDAK SEBERAPA ITU MAMPU MENERBITKAN SENYUMAN, WALAUPUN CUMA UNTUK SEKETIKA

Search This Blog

Loading...

Maaf, aku belum bersedia untuk ....

Thursday, June 24, 2010


Semalam, 
aku ada janjian dengan R, ini pertemuan kami yang ke dua, setelah pertemuan pada malam senin 20 juni kelmarin.
Kali ini aku jemput dia sekitar jam 9 malam di sekitar tempat  pertama kali aku jemput R. Setelah R masuk ke mobilku dan aku memberi salam padanya, aku mulai nyetir mobilku menuju ke pekan Seria.  Seperti kelmarin, kami ngobrol ngobrol di dalam mobil.
Setelah sampai pekan Seria dan mutar mutar di kawasan toko toko , aku nyetir lagi menuju ke monument one billionth barrel. Setelah parking di tempat yang di sediakan. Kami berdua berjalan bareng menuju ke monument itu.
 One Billionth barrel monument, Seria, Brunei
Setelah sampai ke monument itu kami pun duduk sambil menghadap ke pantai dan ngobrol ngobrol soal monument itu juga hal yang lain. Suasana malam itu agak terang dikit, soalnya sang bulan cukup menerangi  malam walaupun bulannya tidak penuh soalnya belum nyampai tanggal 15 hb Rejab. Ada beberapa orang juga ngongkrong di sekitar monument itu. Kami beredar dari tempat itu setelah tidak ada orang lagi di sekitar monument tersebut.
Aku nyetir lagi, menuju ke kuala belait, terus mutar mutar di kawasan kg pandan sehingga dia mau aku nyetir ke satu tempat supaya dia bisa santai. Fikir punya fikir, aku menuju ke kawasan yang dekat dengan sungai kb, di mana tempat kami ngongkrong pada pertemuan pertama kami kelmarin.
Setelah sampai, aku parking mobilku. Aku ajak dia keluar dari mobilku menuju ke tempat ngongkrong tapi dia ngga mau, dia mau relax aja di dalam mobilku. Jadi aku santai aja di dalam mobil ku. Setelah diam seketika, dia bilang apa ngga ada polisi nanti kita parking di sini, dia suruh aku berpindah ke tempat lain, ya aku nyetir lagi, terus parking di kawasan parking dekat pasar, kebetulan banyak juga sih mobil yang parking di tempat itu.
Hampir aja parking, dia bilang ada orang di sana, tapi aku bilang ga pa pa, mereka di sana kita di sini. Setelah parking, aku diam aja, dia merebahkan kerusi yang dia duduk. Aku fikir, mungkin dia mau tiduran sebentar.  Setelah diam seketika, dia ngomong “Kamu pasti mau di sini? Barulah aku menyadari dia mungkin pingin lebih dari sekadar ngobrol, mungkin dia mau kami melakukan seperti layaknya pasangan kekasih. Hati kecilku berkata, aku belum bersedia untuk ini, dan lagi aku memang ngga ada niat untuk berlebihan pada malam itu, aku bukan hipokrit, aku juga manusia biasa, pasti aku juga perlu sex, tapi bukan dalam waktu terdekat ini, mungkin aku telah mengeciwakan dia, tapi aku bersyukur, dia tidak memaksa.
Setelah beberapa menit suasana sepi, Cuma kedengaran lagu mp3 yang di putar di mobilku. Aku memberanikan diri tuk berkata, yuk kita jalan, aku hantar kamu pulang ya, ngga apa apa kann.... dia jawab, it ok. Aku pun nyetir lagi menuju ke tempat berhampiran tempat aku jemput tadi.  Setelah sampai aku minta no hp dia, tapi dia jawab, boleh tapi dia minta aku sebutkan no hp aku. Aku berikan no hp aku, terus dia miss call ke hp ku.
Pabila dia keluar dari mobilku, aku bilang “Jangan Jera Ya”... Dia jawab, “Ngga”.
Akupun beredar nyetir menuju  rumahku.
Akan adakah pertemuan yang ke tiga setelah ini?

0 Comments:

Web Pages referring to this page
Link to this page and get a link back!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...