Support my blog by clicking the Ads, TQ

TANGAN YANG MEMBERI LEBIH MULIA DARIPADA TANGAN YANG MENERIMA. SEKECIL MANA SUMBANGAN YANG DI HULURKAN, IA CUKUP BERMAKNA KEPADA SI PENERIMA YANG HIDUP SERBA KEKURANGAN, MALAH ‘BUAH TANGAN’ YANG TIDAK SEBERAPA ITU MAMPU MENERBITKAN SENYUMAN, WALAUPUN CUMA UNTUK SEKETIKA

Search This Blog

Loading...

Penyesalan Untuk Seumur Hidup

Wednesday, September 14, 2011


Rayhan Subekti. Pria sederhana tapi tampan, berbadan tinggi, aktif dalam kegiatan basket, pintar, dan cowok popular di sekolahnya, dan sayangnya dari semua kesempurnaannya tersebut dia hanyalah seorang anak supir. Sedangkan Jefry Hendrawan, pria kaya raya, memang tidak tampan, tapi dia orang yang sangat baik dan perhataian. Mereka berdua bersahabat dari SD hingga sekarang menduduki bangku kelas 2SMA.
Jefry juga sadar kalau Rayhan adalah anak dari supirnya. Bahkan semua teman-teman SMPnya meghina dirinya karena bermain dengan anak seorang supir tapi rekasi dia hanya membuang muka dengan mengatakan “emang kenapa main sama anaknya supir, dia lebih baik ko dari kalian semua, dan aku juga yakin, kalau kalian mau berteman denganku hanya ingin minta di traktir saja kan.” Itulah ucapan Jefry yang selalu membuat Reyhan merasa senang dan mempunyai seorang sahabat.

Dan hingga sekarang saat mereka SMA, mereka masih sangat akrab dan dekat. Mereka juga selalu membantu satu sama lain, jika Jefry belum mengerjakan PR, pasti dengan lapang dada Reyhan memberikan contekan, begitu juga sebaliknya. Jika Rayhan terancam tidak boleh ulangan karena biaya, pasti Jefry membantunya.

Saat di kantin mereka berdua sedang serius membicarakan sesuatu yang membuat Jefry gugup dan juga membuat Rayhan terkejut.
“han gua boleh Tanya, mm penting nih.” Ucap Jefry yang sudah mengeluarkan kringat dingin karena takut dan gugup.
“ya ngomong aja.”
“gua gay.”

“hah, gila loe, jangan bercanda ah.” Ucap Reyhan hingga tersedak oleh minumannya.
“iya serius. Tapi tenang aja, gua enggak naksir ko sama loe.”
“ya terus loe ngapain ngomong ini ke gua?”

“ya gua pengen tau aja, loe bakal mau enggak temenan sama gua, karena status gua yang seperti ini.”
“huft, tenang aja ko, loe berteman sama gua juga enggak memandang status gua yang sebagai anak supir loe, dan gua juga enggak akan mempermasalahkan status loe yang seperti itu ko. Itu baru namanya sahabat, ya enggak?”
“ah emang enggak salah dah gua milih sahabat, thanks ya.”
“terus gimana?”
“gimana apanya?” Tanya Jefry kebingungan.
“ada enggak cowok yang lagi loe taksir?”
“owh. Hehehe. Ada.”
“siapa, gua boleh tau.”
“Andra Sastra Wijaya.” Ucapnya mantap.

“hah, gila loe.” Ucap Rayhan terkejut. Karena Andra Sastra Wijaya adalah cowok yang termasuk terpopuler di sekolah ini. Selain dia aktif sebagai ketua OSIS, dia juga terpilih sebagai ketua tim basket. Di samping itu juga, dia memang tampan, tinggi, dan berbadan putih, dan ramah kepada siapa saja. “eh, jef, loe serius naksir dia, gila loe, sekalinya naksir langsung tinggi banget selera loe?”

“ah masa iya, perasaan biasa aja, owh iya, loe kan anggota basket, mintaiin nomor hpnya dong.”
“ah gila loe, iya sih gua anggota basket, tapi apa kata tu anak.”
“hayolah plis. Loe bisa bilang apa ke, atau loe bilang aja buat nanya-nanya tentang jadwal latihan, jadwal pertandingan atau apa lah.”

“iya dah, gua usahain, tapi gua enggak janji.”

*****

Saat pulang sekolah Rayhan tidak langsung pulang karena ada latihan basket. Saat di lapangan juga dia tidak focus latihan karena permintaan Jefry yang sangat menyulitkannya. Hingga akhir latihan, dia langsung dikejutkan oleh Andra.
“woy, kenapa loe, seharian ini kayaknya kacau banget.”
“enggak apa-apa ko. Lagi pusink aja.”
“pusink mikirin..” ucap Rayhan terputus. Terfikir langsung di benaknya. “masa ia gua ngasih tau alasan yang sebenarnya.”

“han, mikirin apa?” ucap Andra sekaligus memecahkan fikiran Rayhan.
“mikirin beras di rumah.” Ucap Rayhan asal.
“hahahaha. Emang beras di rumah loe kenapa?”
“halah, jadi bahas beras sih, gua boleh minta nomor loe enggak?” ucap Rayhan langsung to the point.
“buat apa, lagian tumben banget loe nanya nomor telfon gua?”
“yah, buat minta info aja kalau ada apa-apa dalam team.”
“owh gitu nih loe catet 085214739626.”
“sip thanks yah.” Ucapnya dan langsung bergegas pulang.

*****

Saat sampai di rumah. Rayhan langsung bergegas menuju rumah Jefry untuk membawakan kabar bahagia tersebut. Dan saat Rayhan sampai di rumah Jefry, Jefrypun sangat welcome terhadap sahabatnya tersebut. Jefry langsung mempersilahkan Rayhan kekamarnya dan mulai berdiskusi.

“gimana han, berhasil?”
“yapz, terus loe bakal kasih hadiah apa nih ke gua?”
“asik, soal hadiah apa yah gua juga bingung. Owh iya gimana kalau pas liburan sekelas kan ada acara jalan-jalan ke villa, nah loe gua bayarin.”

“heh enggak usah lah, lagian gua cuman bercanda, tenang aja gua ikhlas ko ngebantuin loe.”
“santai aja kali, lagian itung-itung biar gua ada temennya, eh gua liat lama-lama, loe ko ganteng banget sih han.”

“wah..wah..wah, mau ngapain loe.”
“hahaha. Santai aja kali, tapi bener deh, gua suka sama tatapan mata loe, kalo lagi serius dan lagi bercanda.”
“yah terserah loe deh, eh udah di catet kan, gua balik dulu yah.”
“sip, thanks yah.”

*****

Malam hari tiba. Jefry menatap layar handphonnya sambil memagang jantungnya yang terus berdetak. Dia terus menatap terpaku sebuah nomor yang diberikan sahabatnya tadi sore. Dan itu nomor Andra.
Akankah Andra akan mangangkat telfon ataukah Andra langsung mematikan telfonnya. Itulah yang ada difikiran Jefry saat sedang ingin mencoba menelfon Andra. Jefry jadi teringat saat pertama kali dirinya jatuh cinta kepada Andra.

Saat itu Andra berstatus sebagai murid pindahan. Dan Andra langsung masuk kedalam eskul basket dan terpilih menjadi ketua. Dan pertama kali Jefry melihat Andra, waktu Jefry menyusul Reyhan untuk mengajaknya pulang bersama. Dan di saat itu juga Jefry tau, bahwa dia telah jatuh cinta kepada Andra.
Dia setiap malampun Jefry terus memikirkan Andra. Tapi yang selalu menjadi beban dalam benak Jefry adalah, apakah Andra juga mencintai dirinya. “huh, kalau gua secakep Reyhan mah gua nekat deh buat tembak dia.” Gerutu Jefry dalam hati. Jika dibandingkan Reyhan Jefry memang kalah tampan dengannya. Jefry tidak tampan, tidak juga pintar, dan juga tidak tinggi, yang menjadi kebanggan dirinya hanyalah orang tuanya yang kaya raya. Tapi Jefry juga berfikir lagi, apakah mungkin Andra mau dibeli oleh dirinya.

*****

Akhirnya hari liburan bersama tiba. Jefry sedang berkemas semua barang-barangnya untuk di bawanya. Sedangkan Reyhan sudah rapi dan menunggu Jefry di luar untuk berangkat bersama. Setelah lima belas menit, Jefrypun keluar dan menghampiri Reyhan dan langsung berangkat menuju sekolah.

Di dalam bus sekolah mereka sibuk mencari tempat duduk hingga akhirnya Andra yang sedang duduk sendiri memanggil Reyhan untuk duduk bersamanya.
“han, sini, duduk bareng gua aja.”
Rayhanpun menoleh kea rah sumber suara tersebut. Hingga akhirnya dia terkejut ternyata yang memanggil dirinya adalah Andra. Tapi seketika dia melihat ke arah Jefry, wajahnya langsung berubah jadi iba. Ternyata Jefry tertunduk saat mendengar bahwa Andra mengajak Reyhan. Reyhan langsung menarik tangan Jefry dan duduk di bangku khusus berdua.

Jefry langsung menoleh kearah Rayhan yang sedang sibuk menaikan tas mereka di atas kolong bus tersebut. Saat Rayhan duduk Jefry masih menatap Rayhan bingung. Dan Rayhan juga menatap Jefry bingung.
“kenapa sih ko loe ngeliatin gua gitu banget?” Tanya Rayhan bingung.
“hehehe. Enggak, owh iya han, kayaknya Andra suka sama loe deh, buktinya dia ngajakin loe duduk berdua?” ucap jefry lesu.

“hahaha. Ngomong apa sih loe jef, lagian loe tau kalau gua normal.”
“loe enggak usah enggak enak gitu kali han sama gua, gua enggak apa-apa ko duduk sama orang lain, sedangkan loe duduk sama Andra.”

“alah makin ngaur lagi nih orang. Udah enggak usah di bahas. Eh gua tidur dulu yah, lagian kan tempatnya jauh, enaknya tu tidur.”
“terserah loe deh.”

*****

Setelah beberapa lama kemudian. Jefry langsung membangunkan Rayhan karena mereka semua sudah sampai. Saat melihat Villanya ternyata memang pas. Pemandangannya bagus. Di sana juga banyak tempat yang menarik. Ada danau, lalu juga ada kebun teh dan stroberi.

Dan pembagian tidurnyalah yang mebuat tidak menarik. Karena semua siswa cowok sudah setuju untuk tidur di luar bersama-sama agar hawa kebersamaannya terjalin. Setelah mendengar semua keputusan semua siswa, Jefry terkejut, berarti kesempatan untuk tidur berdua dengan Andra semakin dekat.

*****

Keesokan harinya. Jefry termenung di saung villa yang mereka tempati. Betapa bahagia dirinya. Karena kamirian, dia usdah banyak mengobrol dengan Andra. Saat sedang di kebun teh, di dekat danau, mereka berdua terus berbincang-bincang. Jefry makin senang.

Tapi apa yang terjadi dengan Rayhan. Entah mengapa setiap Jefry berusaha mendekati Andra, Rayhan selalu langsung menjauh. Apakah Rayhan juga menyukai Andra??. Lagi pula seprtinya di sini memang tidak ada Rayhan dan Andra. Kemana mereka berdua. Setelah memikirkan sesuatu, akhirnya Jefry memutuskan untuk mencari mereka berdua.

Saat Jefry ingin bergegas pergi. Langkahnya terhenti karena bingung. Dia bingung kemana dia harus pergi. Dia langsung menengok ke sekeliling dan mencoba bertanya kepada temannya. “dit, loe liat Andra sama Rayhan.” Tanya Jefry.
“owh, kalau enggak salah tadi mereka berdua ke danau.”
“thanks yah.” Setelah tau di mana kedua orang yang dia sayang. Jefry langsung bergegas menuju danau.

*****

Sementara di danau. Rayhan dan Andra sedang berbicara serius. Rayhan duduk di depan danau sambil melempar batu ke danau. Sedangkan Andra mondar-mandir tidak karuan dan gugup karena memikirkan sesuatu. Rayhan yang melihat Andra begitu jadi risih sendiri dan bertanya. “ndra, loe kenapa sih, mondar-mandir gitu, pusing gua ngeliatnya.”

“han gua mau ngomongin hal yang serius nih sama loe?”
“tentang apa, tentang team?”
“bukan, tentang persaan gua.”
“perasaan loe, maksudnya?” Tanya Rayhan.
“gua suka han sama loe.” Ucap Andra gugup.
“hahahaha. Lawakan loe garing banget. Serius ah mau bgomongin apa?”
“gua serius loe perlu bukti.” Setelah mengatakan hal itu Andra nekat dan langsung mencium bibir Reyhan dan di saat itu juag datang Jefry dan Jefry melihat adegan tersebut. Jefry langsung mengahmpiri mereka dan melabrak Rayhan.

“han maksud loe apa, loe bilang loe normal terus tadi yang barusan gua liat apa?” ucap Jefry teriak.
“jef, dengerin gua dulu, loe salah faham.”
“alah, enggak usah muna deh loe, loe tau gua suka sama Andra, terus maksud loe barusan apa?, nyadar dong han loe itu cumin anak seorang SUPIR, enggak lebih.” Ucap Jefry tegas. Sementara di tempat lain Rayhan terdiam. Baru kali ini dia mendengar Jefry mengucapkan status dia yang sebagai anak supir.

“jef, cukup loe berlebihan.” Ucap Andra tegas.
“alah udah deh loe, loe itu enggak tau apa-apa, dari awal emang gua suka sama loe, dan karena loe kemarin sering ajak gua jalan-jalan, gua mikir, mungkin loe juga suka sama gua, tapi karena anak supir yang enggak tau diri kaya dia, gua jadi mikir lagi tentang keyakinan gua.” Jefry langsung pergi dan kembali ke Villa. Sedangkan Rayhan masih terpaku terdiam dengan ucapan Jefry yang membahas status tentang dia sebagai anak supir.

*****

Jefry langsung berlari ke villa dan members-bereskan barangnya untuk kembali ke Jakarta dan pulang dengan menaiki kendaraan umum. Tapi teman-temannya yang lain berusaha mencegah karena keadaan di luar yang sedang hujan.

Tapi jefry benar-benar sudah tidak perduli. Dari pada dia sakit hati melihat Anrda orang yang dia sayang, dan Jefry anak supir yang tidak tau diri itu bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Lebih baik dia sakit karena tersiram karena derasnya hujan.

Sementara di tempat lain saat hujan deras sedang turun. Rayhan masih berdiri terpaku teringat dengan dua kalimat yang sangat menyakitkan dirinya, yaitu “ANAK SUPIR”. Sebenarnya Andra juga sudah menyuruhnya untu pergi dari tempat itu tapi Rayhan masih tidak bergeming, dia masih saja tertunduk dalam ke adaan berdiri. Dan akhirnya Andra meyerah dan memutuskan untuk kembali ke Villa sendiri.

Di saat yang tidak terduga saat Jefry sedang menyebrang tidak sengaja dia tertabrak sebuah kontener dan terpental jauh, hingga akhirnya dia di bawa kerumah sakit setempat. Sedangkan rasa pusink yang sangat berat dirasakan oleh Rayhan setelah lama terguyur air hujan yang sangat deras. Hingga akhirnya Rayhan pingsan di tempat.

*****

Malam hari tiba. Setelah jam menunjukan pukul 20.00. bunyi ponsel kepala sekolah berdering dan mengejutkan semua siswa yang memang sedang berkumpul di meja makan. Yang lebih mengejutkan lagi, saat guru mereka mengatakan bahwa Jefry kecelakaan hingga masuk rumah sakit.

Di saat yang sama, Andra mencari seluruh villa masih tetap tidak menemukan Rayhan. Akhirnya dia ingat kalau dia meninggalkan Rayhan di danau. Hingga akhirnya dia berlalri menuju danau dan terkejut bukan main, karena ternyata dia meliha Rayhan yang terkapar pingsan. Dia langsung mencoba menopang Rayhan ke Villa. Dan akhirnya Rayhan juga di bawa ke rumah sakit.

*****

Sampai di rumah sakit, pembimbing Jefry dan Andra mendapatkan kejutan dari dokter, bahwa ternyata, pada saat kecelakaan terjadi, kepalanya terbentur keras hingga akhirnya mata Jefry buta. Sementara di tempat lain Rayhan terbangun dan mencoba berdiri sebisa mungkin karena kepalanya sangat sakit. Memang hal ini sering terjadi saat dia bangun tidur, jika beraktivitas terlalu keras, dan jika terkena sinar matahari yang menyengat.

Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang dokter dan bertanya sebenarnya apakah yang terjadi dengan dirinya. Setelah coba di CT Scan ternyata dia terkena kangker otak stadium akhir. Rayhan makin termenung lesu setelah mendengar pernyataan dari dokter tersebut.

Rayhan langsung berjalan lesu hingga akhirnya dia bertemu dengan Andra. Andra langsung mengatakan apa yang terjadi dengan Jefry. “han gawat, Jefry, si Jefry.”

“kenapa sih Jefry?”
“di..dia buta, han, karena kecelakaan, mungkin karena incident tadi.”
“sekarang dia dimana?”
“ayo, ikut gua.” Ajak Andra sambil berlari.

*****

Saat masuk kedalam suatu kamar. Rayhan terkejut melihat seorang pria yang bersandar sambil menangis meratapi nasibnya yang baru. Yaitu sebagai orang yang buta. Rayhan mencoba menghampiri orang tersebut dan mulai berbicara dengannya.

“jef, loe enggak apa-apa?” Tanya Rayhan simpatik.
“loe pikir gua baik-baik aja, senang kan loe sekarang liat gua menderita seperti ini, dan gua yakin sekarang loe bisa tertawa terbahak-bahak di luar sana. Pergi loe sekarang, gua enggak mau loe ada di sini, dasar penghianat.” Ucap Jefry bertubi-tubi hingga Rayhan hampir meneteskan air mata.

“jef cukup loe terlalu berlebihan loe enggak akan tau rasanya gimana kalau menjadi..”
“udah ndra, enggak apa-apa, gua ngerti ko. Gua pergi dulu jef.” Potong Rayhan dan berlalu pergi. Rayhan keluar dari rumah sakit dengan luka di hati yang sangat mendalam. Dia benar-benar lesu hingga akhirnya saat dia sedang menyebrang dia tertabrak sebuah kontener hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri.

Dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata keadaan Rayhan kritis. Hingga setelah beberapa jam Andra menunggu di kamar rayhan, Rayhan terbangun dan membangunkan Andra.
“ndra, bangun, ada yang mau gua omongin sama loe.”
“han loe udah sadar, gua panggilin dokter yah.”
“enggak usah, gua juga udah enggak kuat untuk banyak bicara, gua cumin mau bilang, kalau gua meninggal nanti, gua mau loe bilang ke dokter, gua bersedia mendonorkan mata gua buat Jefry.”
“loe ngomong apaan sih, enggak usah ngomong kaya gitu lah, bikin parno aja loe.”

“mungkin dengan cara ini dia bisa maafin gua jika gua udah meninggal nanti. Gua sayang banget sama Jefry ndra. Gua udah anggap dia sebagai saudara gua sendiri. Sejak kejadian kemarin gua sangat terpukul. Untuk pertama kalinya dia memanggil gua dengan sebutan anak supir, padahal sejak SD dia yang selalu membela gua kalau gua di katain sebagai anak supir, akhirnya hal yang paling gua takutin terjadi, yaitu kalau Jefry memanggil gua dengan sebutan anak supir. Owh iya, kalau dia udah baikan nanti, tolong bilangin terima kasih yah atas bantuan dia selama ini ke gua.” Ucap Rayhan lirih hingga dia meneteskan air mata dan akhirnya matanya terpejam.

Andra menjadi panic dan memanggil dokter. Dan saat dokter sampai, dokter hanya bisa menggelaengkan kepala. Karena dia sudah duga. Selain factor kecelakaan yang menyebabkan Rayhan meninggal juga karena kangker otaknya. Saat Andra mendengar pernyataan bahwa Rayhan terkena kangker dia terkejut bukan main. Dia ingin menangis tapi dia tahan, karena dia tidak mungkin menangis di depan umum.

Akhirnya dia mengatakan permintaan Rayhan yang terakhir untuk mendonorkan matanya kepada Jefry. Dan dokterpun bisa melakukan itu, karena saraf mata Rayhan masih berfungsi. Hingga akhirnya operasipun di mulai. Jefry tidak tau siapa yang mendonorkan mata kepada dirinya.

*****

Seminggu kemudian. Akhirnya Jefry bisa melihat. Tapi keadaannya yang masih lemah mengharuskan dia masih harus di dalam rumah sakit. Saat Andra sedang menyuapi Jefry, ada pertanyaan Jefry yang membuat Andra terdiam.
“owh iya ndra, gua pengen Tanya, siapa sih yang mendonorkan matanya buat gua?”
“loe mau tau siapa yang mendonorkan mata buat loe.”
“iya, gua mau berterima kasih banget, karena berkat dia gua bisa melihat dunia untuk kedua kalinya.”
“yang menyumbangkan mata buat loe itu, mmm, Rayhan jef.”
“apa??” ucap Jefry terkejut. “gua enggak mau terima mata ini, mana Rayhan?, mana?, dia pikir dia siapa?, emangnya dengan dia meberikan mata ini, gua bakal maafin anak supir itu.”
“cukup jef, asal loe tau, penderitaan dia itu sangat berat. Bahkan lebih berat dari loe, yang merasa kalau dia merebut gua dari loe. Loe itu egois. Loe itu hanya bisa mementingkan diri loe sendiri.”
“maksud loe apa sih, gua enggak ngerti.”

“asal loe tau, dia itu terkena penyakit kanker otak. Setelah dia tau bahwa hidupnya enggak akan lama, dia kecelakaan jef, dia minta untuk mendonorkan matanya ke loe.” Ucap Andra dengan lantang. Jefry yang mendengar itu langsung terpukul. “manusia macem apa sih loe jef. Sahabat macam apa loe, mana mungkin loe enggak tau kalau selama ini sahabat loe menderita penyakit separah itu. Dan selama ini harusnya loe sadar. Loe selalu menyusahkan Rayhan dengan permintaan yang macem-macem. Sedangkan apa pernah Rayhan meminta sesuatu sama loe.” Ucap jefry dalam hati dan mulai meneteskan air mata.

“asal loe tau, , dia masih menitipkan salam buat loe yaitu ucapan terima kasih, karena loe telah membela dia sejak SD saat dia di hina sebagai anak supir. Dan seminggu dia terpukul banget saat loe marah ke dia dan mengatakan hal yang paling mengerikan buatnya yaitu panggilan Anak Supir.”
Jefry makin terpukul. “loe itu monster jef, loe enggak layak di panggil manusia. Dan loe juga bukan sahabat
buat Rayhan. Loe hanya seorang pria yang memiliki ego yang sangat tinggi, dan kurang peka sama lingkunga sekitar.” Kembali ucap Jefry dalam hati, dan air matanya semakin terjatuh. “se..sekarang gimana keadaan Rayhan, gua mau liat dia ndra, gua mau liat dia.”

“kenapa baru sekarang sih jef, kenapa,asal loe tau Rayhan itu sudah MENINGGAL!!!”
“loe boong, loe boong, Rayhan itu anak yang kuat, enggak mungkin cumin karena penyakit itu dia meninggal.”
“loe pikir dalam keadaan seperti ini gua masih bisa bercanda, loe pokir dong jef.”

“kalau gitu gua mau liat kuburannya, gua mau minta maaf sama dia.”

*****

Setelah sampai di depan kuburan Rayhan. Jefry langsung tertunduk lemas di depan kuburan Rayhan. “gua minta maaf sama loe han, gua tau gua egois, dan mungkin bagi gua ini adalah penyesalan bagi gua untuk seumur hidup gua. tapi kenapa, kenapa loe bohong sama gua, loe bilang loe bakal temenin gua untuk selamanya, tapi kenapa loe tinggalin gua secepat ini.” Ucap Jefry lirih hingga membuat Andra menangis.
“loe inget saat gua bilang gua iri banget sama mata loe, dan gua menginginkannya, akhirnya gua dapet apa yang gua mau berkat loe, dan gua janji, gua enggak akan menyia-nyiakan pemberian loe yang sangat berharga ini. Thanks banget han.” Setelah mengucapkan hal itu, Andra langsung mengajak Jefry pergi dari tempat itu.

*SELESAI*

di ambil dari wordpress Jalan Cinta Sesama  kiriman Little Child

0 Comments:

Web Pages referring to this page
Link to this page and get a link back!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...